sponsor

Thursday, September 21, 2017

Cara Mengendalikan Hama Dan Pantogen Pada Tanaman Kopi


1. Hama Tanaman Kopi
Nematoda parasit, yaitu Pratylenchus coffeae dan Radopholus similis. Pengendalian disarankan memakai metode kimiawi menyerupai karbofuran (Curaterr 3 G) ataupun tumbuhan tahan, menyerupai klon BP 961.

Hama penggerek buah kopi, yaitu Hypothenemus hampei. Untuk pengendalian disarankan melaksanakan pengaturan naungan biar pertanaman tidak terlalu gelap, atau penggunaan parasitoid Cephalonomia stephanoderis ataupun memakai tumbuhan yang masak serentak menyerupai USDA 762 untuk arabika dan BP 234 dan BP 409.

Kutu dompolan atau kutu putih Planococcus citri, yang disarankan dikendalikan dengan pengaturan naungan, maupun cara kimia dengan insectisida propoksur (poxindo 50 WP).

Kutu hijau (Coccus viridis) atau kutu coklat (Saesetia coffeae), pengendalian yang disarankan dengan pemeliharaan dan pemupukan yang berimbang atau cara kimia memakai tepung Sividol atau Karbaril maupun penyemprotan insektisida (Anthio 330n EC).

Penggerek cabang Xylosandrus spp. yang dikendalikan dengan memotong cabang terserang, pemangkasan, dan memperabukan ranting-rantingnya.

Penggerek batang merah Zeuzera coffeae, disarankan dikendalikan dengan memotong batang terjangkit maupun cara kimia dan biologis lainnya.

Hama Penggerek Buah Kopi (Hypothenemus hampei Ferr) Hama ini dikenal sebagai hama Bubuk Buah Kopi (BBK) termasuk kedalam family Scolytdae, ordo Coleoptera. Hama menyerang dan berkembang biak pada banyak sekali jenis kopi. Serangga masuk dari ujung buah maupun biji yang masih di pohon maupun yang telah jatuh ke tanah. Pengendalian harus dilakukan jikalau intensitas serangan >10%. Pengendalian sanggup dilakukan melalui sanitasi kebun, pembiakan dan pelepasan parasitoid Cephalonomia stepiana Deri serta penggunaan jamur Beauveria basiana. Sanitasi dilakukan dengan petik buah. Petik buah yakni mengambil semua buah yang rusak awal alasannya yakni serangan, rampasan yakni mengambil semua buah yang ada di panen, sedangkan lelesan
2. Penyakit Tanaman Kopi
Menurut Puslitkoka (2006), penyakit utama pada tumbuhan kopi yakni :
  • Karat daun, dikendalikan dengan menanam tumbuhan tahan (misal S 795) serta pemangkasan dan pemupukan biar tumbuhan cukup berpengaruh dan bugar serta memakai cara kimiawi dengan fungisida kontak (misal Cupravit OB 21, dll.).
  • Bercak daun, dikendalikan dengan proteksi naungan yang cukup tapi pertanaman tidak lembab serta cara kimiawi dengan penyemprotan Bavistin 50 WP, dll.
  • Jamur upas, dikendalikan dengan memotong batang sakit dan dibakar potongan-potongan tersebut ataupun dengan proteksi fungisida Calixin RP, dll.
  • Busuk buah dan bacin cabang, dikendalikan dengan memetik buah terjangkit dan buah tersebut dibakar atau dipendam ataupun cara kimiawi dengan proteksi fungisida Delsene MX 200 atau sejenisnya.
  • Jamur akar coklat, dikendalikan dengan membongkar akar tumbuhan yang terjangkit kemudian dibakar dan bekasnya tidak ditanami lagi minimal 2 tahun.
  • Penyakit rebah batang, dikendalikan dengan pengaturan naungan biar cukup sinar matahari ataupun menyemprot pembibitan dengan Delsene MX 200.

3. Kopi Metoda

Program konversi penanaman kopi Robusta menjadi kopi Arabika di lahan ketinggian menengah memang diakui sebagian besar menemui beberapa hambatan dan ternyata mengakibatkan duduk masalah baru, yaitu munculnya serangan nematoda Radopholus similis Cobb. Namun menurut pengujian ketahanan fase bibit diketahui bahwa sebagian besar klon kopi Robusta proposal rentan terhadap serangan nematode Pratylenchus coffeae, sedang kopi Arabika tipe katai selain rentan terhadap R. similis, juga rentan serangan P. coffeae. Kopi Robusta klon BP 308 yang memiliki sifat tahan terhadap nematoda, menyerbuk silang, sehingga apabila diperbanyak dengan benih, sifat ketahanan tersebut akan mengalami segregasi. Untuk mempertahankan sifat ketahanan, cara perbanyakan yang dianjurkan yakni secara klonal, salah satunya dengan setek.

Gejala kerusakan di atas tanah tidak spesifik. Bibit yang terjangkit kerdil, kurus, daun kecil, menguning dan gugur. Daun yang tertinggal biasanya hanya daun pucuk. Proses kematian tumbuhan oleh serangan nematoda berlangsung perlahan-lahan. Pada kepingan tumbuhan di bawah tanah sangat spesifik sehingga sanggup dipakai untuk mendeteksi adanya serangan nematoda. Apabila menyerang akar serabut yang masih aktif menyerap unsur hara, mengakibatkan akar membusuk dan tidak berfungsi. Tanaman gampang digoyang dan dicabut. Serangan nematoda adakala diikuti oleh serangan kutu putih akar (Planococcus sp).

Pengendalian nematoda ini sanggup dilakukan dengan:

  • Melakukan rotasi tumbuhan dengan bukan tumbuhan inang yaitu koro benguk (Mucuna sp.), kakao lindak dan tebu,
  • Menanam batang bawah dengan yang tahan nematode menyerupai kopi ekselsa dan beberapa klon kopi konuga, kopi Robusta klon BP 961 dan BP 595.
  • Penggunaan nematoda dazoment dan methansodium di pembibitan serta oksamil, karbofuran, etoprofos dan kadusafos di lapangan.
  • Aplikasi materi organik (pupuk sangkar dan kulit kopi).

Monday, September 18, 2017

Ekspor Kopi Ke China Dan Italia


Dikutip dari economy.okezone.com Tepatnya yang akan mengekspor kopi yaitu Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bakal mengekspor kopi Kotamobagu ke Tiongkok (China) dan Italia, lantaran seruan dari negara tersebut cukup tinggi. "Rencananya tahun ini pengekspor Sulut akan mengekspor kopi dari Kota Kotamobagu ke Tiongkok dan Italia," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut T Hasudungan Siregar di Manado, Rabu (14/9/2016).

Dia menyampaikan untuk itu ketika ini sedang mempersiapkan langkah-langkah untuk melaksanakan ekspor.

"Tahapannya ketika ini sedang mempersiapkan rekomendasi ekspor," ungkapnya.

Untuk lalu terdaftar sebagai eksportir terdaftar kopi sementara. Jika nantinya perusahaan tersebut telah melaksanakan ekspor kopi sekitar 200 ton selama satu tahun akan menjadi eksportir terdaftar.

Pihaknya berharap biar masyarakat di Bolaang Mongondow Raya memanfaatkan peluang ini, alasannya yaitu ketika ini pasar untuk kopi sudah terbuka lebar. Masyarakat tinggal meningkatkan produksi da kualitasnya, sehingga kalau ada seruan yang besar dan kontinyu sanggup disediakan.

"Sebab konsistensi sangat penting untuk mengekspor komoditas," ungkapnya.

Saat ini pihaknya terus mendorong biar komoditas unggulan Sulut sanggup dipasarkan ke aneka macam negara di dunia. Hal ini penting dilakukan biar sanggup menghasilkan devisa bagi negara ini.

Baca Juga : NGOPI DENGAN SUASANA ALAM DI KAPL BAMBU RESTAURANT

Friday, September 15, 2017

Kopi Arabika Lampung Berasil Mengekspor 19,2 Ton



Dikutip dari economy.okezone.com Ekspor biji kopi arabika asal Provinsi Lampung selama Agustus 2016 mencapai 19,2 ton senilai USD101,56 ribu. Ekspor biji kopi arabika memang fluktuatif, mengingat produksinya sedikit dibandingkan dengan biji kopi robusta.
"Ekspor biji kopi arabika masih terus berlangsung, kendati tak sebanyak ekspor kopi robusta," kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung, Ferynia, di Bandarlampung, Senin.
Menurutnya, kebijaksanaan daya biji kopi arabika di Lampung berada di daerah dataran tinggi, yaitu Kabupaten Lampung Barat. "Hanya beberapa lokasi di daerah itu yang tumbuh tananam kopi arabika," jelasnya.
Ferynia mengatakan, Provinsi Lampung merupakan penghasil kopi robusta terbesar di Tanah Air dengan rata-rata produksi sekitar 100.000 ton per tahun. Sehingga, ekspor biji kopi robusta asal Lampung cukup besar dan menghasilkan devisa jutaan dolar AS setiap bulannya.

Baca Juga : BEMO CORNER COFFEE SHOP : KUTA BALI
Nilai ekspor kopi robusta asal Provinsi Lampung selama periode Agustus 2016 mencapai 42,5 juta dolar Amerika Serikat dengan volume 24.323 ton atau naik jika dibandingkan bulan lalu. "Jumlah itu naik jika dibandingkan bulan Juli 2016 dengan volume 12.349 ton senilai 20,7 juta dolar," kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung itu.
Dia mengatakan, kenaikan ekspor kopi itu sebab stok komoditas itu cukup banyak mengingat panen tahun ini meningkat jika dibandingkan tahun lalu. Menurutnya, produksi biji kopi Lampung naik sampai 30 persen jika dibandingkan demam isu tahun lalu.

Ekspor kopi pada periode itu, lanjutnya untuk memenuhi kontrak eksportir terhadap pembeli di luar negeri. Dia menyebutkan ekspor biji kopi robusta maupun arabika daerah itu menuju beberapa negara terutama di daerah Eropa dan Asia.

Tuesday, September 12, 2017

Karya Seni Berbahan Dasar Ampas Kopi

Dikutip dari brilio.net, Tak ada yang Istimewa dari ampas kopi. Baik itu di rumah maupun di warung kopi, ampas kopi akan dibuang begitu saja sesudah simpulan menikmati kopi. Tapi sesudah melihat karya seni ini, pikiranmu niscaya akan berubah.

Ya, Ghidaq Al Nizar (26), perjaka asal Bandung mengubah ampas kopi menjadi karya seni luar biasa. Ia mengakibatkan ampas kopi sebagai media lukis. Dengan memakai alat sikat gigi, sisir, kuas, bahkan jari tangan dan sidik jari, ia mengubah ampas kopi menjadi karya yang istimewa.

Tak hanya itu, lulusan Sastra Inggris Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung ini menciptakan hal yang berbeda dengan melukis dengan ampas kopi di atas daun. Wah menarik banget ya?


Nah, semoga nggak ingin tau terus, eksklusif saja lihat hasil tangan hirau taacuh Ghidaq mengubah ampas kopi berikut!











Saturday, September 9, 2017

Jenis Yang Digemari Oleh Orang Luar Negeri


1. Kopi Luwak
Kopi luwak memang salah satu kopi yang cukup fenomenal di Indonesia alasannya yaitu menjadi kopi termahal di dunia. Namun harga mahal yang ditawarkan akan terbayar dengan rasanya yang khas dan sangat lembut. Hal yang mempengaruhi harga kopi luwak yaitu proses fermentasi yang unik yang eksklusif dilakukan dalam badan luwak.

2. Kopi Java
Kopi jawa merupakan kopi asal Indonesia yang sangat populer di dunia dan termasuk dalam jenis kopi arabika. Kopi jawa sangat populer di dunia terutama Ingris dan Belanda

3. Kopi Toraja
yang populer di dunia yaitu kopi toraja. Banyak yang menyampaikan bahwa bila anda telah menyeruput kopi ini rasa pahit pada kopi akan mendadak hilang. Kopi toraja nii sangat digemari masyarakat Jepang dan Amerika Serikat.

4. Kopi Gayo
Kopi Gayo meraih penghargaan sebagai kopi terbaik dunia. Kopi dari kawasan gayo juga merupakan salah satu kopi mahal di dunia ini terbukti pada dikala pameran kopi dunia yang diselenggarakan organisasi Specialty Coffee Association of America (SCAA) di Portland, Oregon Convention Center, Amerika Serikat. 

Negara tujuan terbesar ekspor kopi asal Dataran tinggi Tanah Gayo yang mencakup Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues itu yaitu Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Baca Juga : KLINIK KOPI : KOPI ORIGINAL TANPA GULA DAN SUSU

5. Kopi Wamena

6. Kopi Kintamani
7. Kopi Sidikalang
8. Kopi Lanang
9. Kopi Sumatera
10. Kopi Preanger

Wednesday, September 6, 2017

Kopi Mulai Menjadi Idaman Masyarakat Indonesia


Dikutip dari TRIBUNNEWS.COM, beberapa tahun terakhir ini masyarakat indonesia semakin gemar meminum kopi. Bayak pula yang meminum kopi yang masih fresh dan tidak dari minuman kopi kemasan.

Selain itu banyak yang awalnya hanya jadi pecinta kopi tapi kini mereka mulai memulai bisnis industri kopi. Hal itu terjadi hampir di seluruh penjuru Indonesia.

Selain itu, semenjak tahun 2010 sampai ketika ini, Banyak pecinta kopi dari Yogyakarta ini mulai merambah ke sektor industri kopi dan mendirikan Coffee Shop yang tersebar di seluruh kawasan di Yogyakarta. 


Salah satunya yang dilakukan oleh Muhammad Fadil, salah satu pemilik coffe shop di Yogyakarta, yang menamai kedainya dengan nama The Point Coffe.
Awalnya ia hanyalah seorang penikmat kopi dan terus memperbanyak pengetahuannya tentang kopi.

Di awal tahun 2016, iapun memberanikan diri membuka peluang di industri kopi bersama teman-temannya sesama pecinta kopi di Yogyakarta.
Fadil, begitu ia biasa disapa, bersama kedai kopinya menjual banyak sekali macam kopi. Namun ia lebih banyak menjual kopi dari biji kopi asal Indonesia.

Di antaranya seperti Gayo, Manglayang, Krinci, Dolok, Bali, Lati Mojong dan masih banyak lagi. Fadil beralasan, kualitas kopi yang dimiliki Indonesia mempunyai kualitas yang bisa bersaing dengan kopi-kopi yang berasal dari luar Indonesia.

"Harganya sendiri lebih murah, alasannya masih dari negeri sendiri. Dan kini developingpengembangan kopi di Indonesia pun sudah berkembang. 

Sebagian kopi udah banyak malah bisa menyaingi kualitas impor. Kenapa harus cari impor, sementara kualitas kopi di Indonesia kualitasnya sama bagusnya dan nggak mahal," ujar Fadil ketika ditemui dalam program Thousand Cups From Jogja, Minggu (2/10/2016) kemarin di Sahid J-Walk Yogyakarta, yang digelar oleh Barista Koffie Lovers (BKVR) Jogja untuk memperingati International Coffe Day 2016, yang jatuh pada 1 Oktober dalam setiap tahunnya.

"Kualitasnya nggak kalah. Malah banyak orang (khusunya masyarakat Yogyakarta), lebih apresiatif terhadap kopi-kopi Indonesia," lanjut Fadil.

Panitia Thousand Cups From Jogja, Fandy Hanifan yang juga seorang penggiat kopi di Yogyakarta melanjutkan, beberapa tahun di belakang sampai ketika ini pun diakuinya kopi-kopi dari banyak sekali wilayah di Indonesia sudah mulai unjuk gigi untuk pertanda potensi yang mereka miliki.

"Contohnya menyerupai biji-biji kopi dari Klaten, Banjarnegara, bahkan dari Merapi pun sudah mulai pertanda kualitas yang mereka miliki," tutur laki-laki yang biasa disapa Ifan ini.

Dan di Yogyakarta sendiri berdasarkan Ifan pasar kopi yang banyak diminati oleh masyarakatnya yaitu kopi-kopi yang berasal dari banyak sekali kawasan di Indonesia.
Kopi Gayo, yang berasal dari Aceh merupakan salah satu jenis kopi yang banyak diminati oleh masyarakat Yogyakarta.

"Budaya ngopi di Yogyakarta semakin hari semakin meningkat dalam setiap tahunnya. Contohnya menyerupai program yang kami gelar sekarang," paparnya.
Di tahun sebelumnya, ialah pada tahun 2015, pihaknya menggelar program serupa di Taman Kuliner Condongcatur. Saat itu lebih dari 1.000 cup kopi diminum oleh masyarakat Yogyakartadalam gelarannya.

Untuk tahun ini Ifan bersama teman-temannya di BKVR bisa membagikan secara gratis 10 ribu cup kopi kepada masyarakat dalam kurun waktu lebih dari dua jam.
Dari situ sudah terlihat bagaimana minat masyarakat Yogyakartameningkat untuk meminum kopi-kopi berkualitas, dan meninggalkan kopi-kopi kemasan yang disinyalir mempunyai kualitas yang sangat rendah, dengan banyak sekali adonan yang sanggup mengganggu kesehatan.

Baca Juga : JENIS-JENIS KOPI YANG WAJIB KAMU TAU

"Dalam program inipun bisa dikatakan sebagai ajang pertemuan antara pecinta kopi, dan para pelaku industri kopi. Di sini mereka bisa saling bertukar pengetahuan mengenai kopi," tambahnya.

Sunday, September 3, 2017

Bagi Para Pecinta Kopi, Hindari Minum Kopi Dalam 2 Keadaan Ini


Penelitian menerangkan dalam situasi tertentu, kopi sebaiknya tidak dikonsumsi alasannya sanggup menjadikan dampak yang tidak diinginkan.

Baca Juga : ANDA SERING SARIAWAN? KOPI OBAT ALAMINYA

1. Jangan Minum Kopi Ketika Terlalu Panas 
Jika meminum kopi dalam keadaan panas resiko terkena kanker akan lebih besar. Hal ini menurut laporan terbaru dari WHO. Perlu diingat alasannya beberapa restoran atau kafe menyajikan kopi antara 145-175 derajat Farenhet. Padahal zona kondusif suhu minum kopi ialah kurang dari 149 derajat Farenhet. Menambahkan susu dan krim sanggup menurunkan suhu namun tidak dalam jumlah besar. Satu-satu nya cara ialah dengan membiarkan kopi itu sebertar sampai suhu kopi menurun.

2.  Jangan Minum Kopi Ketika Dalam Keadaan Cemas
Saat badan kita mengalami kecemasan, meminum kopi ialah pilihan yang salah. Kafein mempunyai dampak simulan pada sistem saraf yang sanggup menimbulkan pelepasan hormon stress kortisol serta terbukti memperburuk kecemasan dan duduk masalah tidur.

Disqus Shortname

Biji Kopi Arabika Bourbon

Biji Kopi Arabika Bourbon (atau hanya biji kopi Bourbon) ialah sub spesies dari varietas Arabica, yang merupakan cara yang manis untuk meny...